Perhatikan, Syarat-syarat jika mau menjadi seorang khatib maupun imam

Jumat, Oktober 20, 2017
Bagiaza, Khatib, Iman, Khutbah jum'at
Syarat-syarat jika mau menjadi seorang khatib maupun imam - Bagiaza - Dayzitaly.com
Jika saudara ingin menjadi seorang khatib, sekeligus menjadi iman sholat jum’at saudara harus memperhatikan syarat-syarat menjadi seorang khatib maupun iman terlebih dahulu. Karena seorang khatib itu merupakan panutan masyarakat. Yang saudara harus perhatikan syarat-syarat nya ialah :

Tingkah laku / Parangai.
Tingkah laku sangat diutamakan, tidak mungkin seorang khatib itu mempunyai tingkah laku yang tidak senonoh. Tugas kita menjadi seorang khatib ialah untuk mengajak masyarakat melaksanakan perintah Allah swt da menjauhi larangan-Nya, sehingga masyarakat kita hidup dengan sejehtara. Jika seorang khatib mempunyai tingkah laku yang tidak karuan atau tidak senonoh bagaimana bisa menjadi panutan dalam masyarakat. Bagitu pola dengan seorang iman. Jadi jika saudara ingin menjadi seorang khatib saudara harus mengintrospeksi diri saudara dahulu.

Pergaualan.
Yang nama nya kita manusia mau tidak mau pasti ingin berteman untuk menghilangkan rasa bosen, rasa striss, dll. Jika saudara menjadi seorang khatib atau iman saudara harus memperhatikan etika dalam bergaul dalam masyarakat. Jangan sampai saudara dalam bergaul di nila masyarakat tidak baik. Yanng harus saudara perhatikan dalam bergaul ialah : Jangan berteman dengan orang yang tidak ta’at terhadap perintah Allah swt. Contoh nya anda jangan berteman dengan orang yang suka mabuk, suka berjudi, dan lain sebagainya yang berhubungan perintah Allah swt atau larangan Allah swt tetapi tidak ia kerjakan atau tidak ia jauhi. Maka saudara jangan coba coba untuk berteman dengan mareka dalam artian berteman akrab.

Wawasan yang luas.
Wawasan yang luas ini bertujuan agar jika saudara menjadi seorang khatib saudara bisa membawakan tema tema khutbah yang baru, sehingga para jamaah tidak bosen mendengarnya. Jika materi khutbah Cuma itu itu saja tiap minggu otomatis jamaah bosen mendengarnya atau puas. Jadi jika sudara menjadi seorang khatib saudara harus mempunyai wawasan yang luas terutama wawasan ilmu agama islam. Sehingga saudara mampu mengarang atau membuat materi khutbah yang lebih baru bahkan yang masyarakat yang belum pernah mendengarnya. Untuk wawasan ilmu agama islam saudara harus belajar dengan seorang guru, kia, atau ustadz, lebih sering menghadiri pengajian pengajian agama.

Hapalan.
Hapan ini lebih di prioritaskan kepada seorang imam, seorang imam harus mempunyai hapalan yang baik, hapalan yang kuat, dan juga kepasihan dalam mengucapkan huruf huruf Al Qur’an. Sehingga katika saudara menjadi imam saudara mempu membawakan surah surah Al Qur’an yang baru dalam artian tidak itu itu saja surah yang di bacakan ketika menjadi seorang imam. Apalgi seorang hafiz Al Qur’an itu lebih mantap lagi jika menjadi seorang imam. Selain hapalan ayat ayat Al Qur’an, hapalan do’a do’a juga harus kuat bahkan harus banyak.

Mental.
Yang satu ini juga sangat di utamakan, karena mental seseorang menentukan sukses berjalan suatu tugas atau kagiatan yang kita pimpin. Menjadi seorang kahtib maupun iman itu harus mempunyai mental yang kuat, jangan sampai gugup. Karena khatib itu tampil atau berdiri di suatu mimbar yang mana mimbar tersebut menghadap ka arah jamaah yang begitu banyak. Dalam situasi ini mental sangatlah berperan penting. Begitu juga menjadi seorang imam, jangan sampai merasa gugup. Jika, merasa gugup bisa bisa hapalan surah Al Qur’an yang akan kita bawakan bisa hilang. Jadi jika saudara ingin menjadi khatib maupun imam saudara harus mempersiapkan mental terlabih dahulu.
Nah itulah syarat-syarat menajdi seorang khaatib maupun imam khususnya hari jum’at yang dapat saya sampaikan, jika ada yang kurang bisa saudara tambahkan di kolom komentar. Selain syarat-syarat menajadi seorang khatib maupun imam yang harus saudara perhatikan, saudara juga harus memperhatikan Syarat-syarat Khutbah, rukun rukun khutbah, sunah sunah khutbah. Karena ini juga merupakan sangat penting, jika tidak terpenuhi bisa memyebabkan khutbah jum’at tidak sah. Silangkah saudara simak baik baik.

Rukun-Rukun Khutbah.
1. Khatib membaca Hamdallah ( memuji Allah swt ) dalam khutbah pertama dan kedua.
2. Khatib membaca Shalawat kepada Nabi Muhammad saw dalam khutbah pertama maupun kedua.
3. Khatib berwasiat kepada hadirin agar bertaqwa kepada Allah swt dalam khutbah pertama dan kedua.
4. Khatib membaca ayat-ayat Al Qur’an pada salah satu dari kedua khutbah.
5. Khatib berdo’a ( Do’a akhirat ) untuk orang beriman pada khutbah kedua.

Syarat-syarat Khutbah.
1. Khutbah dengan arab pada rukun rukun khutbah, selain rukunnya boleh dengan bahasa masing-masing.
2. Khatib suci dari hadats besar dan kecil.
3. Badan, pakaian dan tempat harus suci dari najis.
4. Khatib berdiri jika mampu.
5. Khatib menutup aurat.
6. Khatib bersuara jelas ( nyaring ) agar didengar jamaah minimal 40 orang yang terikat shalat jum’at.
7. Khatib duduk sebentar dengan tenang diantara dua khutbah.
8. Muwalat dalam artian berturut-turut/tidak lama pisah anatar khutbah pertama dengan kadua.
9. Muwalat anatar khutbah kedua dengan shalat jum’at.
10. Khutbah di waktu zuhur
11. Khutbah tidak terlalu panjang yang memutus muwalat antara rukun-rukun khutbah, bila mana terlalu panjang wajib mengulangi rukun-rukun khutbah.
Sunnah-sunnah khutbah.
1. Khutbah diatas mimbar yang temapatnya di kanan mihrab.
2. Khatib naik dengan kaki kanan dan balik kanan, dan turun dari mimbar juga mendahulukan kaki kanan.
3. Khatib menucapkan salam setelah bediri di mimbar.
4. Khatib duduk katika adzan di kumandangkan oleh bilal.
5. Khatib memagang tongkat dengan tangang kanan.
6. Khatib menyampaikan khutbah dengan jelas dan baik, tidak terlalu cepat dan lambat agar mudah dipahami oleh jamaah.
7. Khatib hendaknya mengeraskan suaranya, kalu sekarang sudah ada pengaras suara.
8. Khatib ketika mengkhutbah agar sambil menghadapkan wajahnya kearah jamaah dan tidak boleh menoleh kekanan dan kekiri
Demikian yang dapat saya sampaikan menganai syart-syarat menjadi seorang khatib maupun imam, rukun-rukun khutbah, syarat-syarat khutbah, dan sunnah-sunnah khutbah. Jika ada yang kurang mohon sekiranya para pembaca bisa menambahkan nya, bisa ditulis di kolom komentar di bawah,  mohon maaf jika ada kekurangan dalam artikel ini.

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

Tidak ada komentar